Telaga Warna dan Telaga Pangilon………. [trip dieng #2]

menyambung postingan sebelumnya, ngubek-ngubek Dieng lanjuuuut..!
setelah menyaksikan sunrise di bukit cikunir dan terngangak-ngangak kena hipnotis telaga cebong, petualangan berlanjut mencari sarapan khas peduduk lokal..
Mas Hadi guide setiaku, mengajak sarapan di tempat wisata telaga warna, perjalanan hanya sekitar 10 menit..
banyak hal menarik sepanjang perjalanan dari kampung sembungan..
rumah-rumah yang berdempetan, bergerombol di ceruk lembah yang dikelilingi perbukitan..wow gituh.. ^^
cuaca pagi itu lumayan bersahabat, tidak terlalu dingin meski agak sedikit berkabut, angin pun berhembus semilir membawa aroma belerang dari kawah-kawah yang banyak tersebar di kawasan Dieng..

lukisan pagi

ditengah-tengah perjalanan sempat kulihat ibu-ibu penduduk lokal yang pipinya berwana merah..
merahnya asli lho, bukan pake’ blush-on.. ^^
ada juga yang sangat fenomenal, yaitu bocah gimbal..
Kisah keberadaan anak-anak yang berambut gaya bob marley itu begitu tersohor..
Rambut mereka menjadi kaku bukan sejak lahir atau karena kesengajaan, untuk cerita lengkapnya di postingan berikutnya saja deh, biar pembaca penasaran..hehehe..

menembus celah

lanjut perjalanan mencari sarapan, motor yang kami naiki menembus perbukitan dan tebing, kadang bersisikan jurang..

kami seolah melakukan perjalanan keluar dari daerah yang terpencil..
ketika matahari semakin tinggi, sinarnya benderang di atas puncak bukit dan motor melaju meliuk-liuk melewati jalanan yang berkelok..
sampai diatas jembatan kecil dengan aliran sungai yang bening, mataku menangkap ada beberapa bapak-bapak berkumpul sambil jongkok di pinggir sungai..
sepertinya mereka sedang melakukan upacara ritual atau selamatan sebelum gotong royong membersihkan aliran irigasi.. hmmm..Indonesia bangets, gak ada yang begini nih di luar negri ^^….

hedeh mau cerita nyari sarapan saja pake muter-muter.. hihihi..
akhirnya sarapan di warung parkiran telaga warna, meskipun warung sederhana masakannya lumayan ajib..
menu pagi itu, nasi, telur bumbu bali, orek tempe, sayur bobor daun pepaya, sama krupuk.. maknyuss tenan..

pintu masuk utama

setelah sarapan langsung deh ke telaga warna, karena bareng Mas Hadi yang anaknya sesepuh dieng, masuknya gratis gak perlu bayar tiket.. lumayan..hehe..

sepanjang jalan kenangan

habis masuk pintu gerbang utama, disambut jalan setapak yang berpaving block dan tanaman bunga di pinggirnya.. *agak kurang terawat sih*
jalan gak lama terdapat persimpangan, dan olaaa… telaga berwarna putih kehijauan terbentang di depan mata..

syahhduu..

tumbang

keren pisan lah pokoknya, eh tapi kok bau kentut ya..hihihi…
air telaga warna mengandung belerang dengan kadar tinggi, makanya berwarna keputihan dan bau kentut.. ^^
katanya sih kalau kena sinar matahari bakal muncul warna pelangi, sayangnya pas itu gak kelihatan.. 😦
aku memutuskan ambil jalan arah kanan dari persimpangan, Kicauan merdu burung liar dan rimbunnya hutan lindung yang tetap terjaga menghadirkan suasana damai yang menenteramkan hati..
setelah beberapa saat jalan berbelok ke kiri, sepertinya memutari telaga, tapi kalau kearah lurus ada jalan setapak kecil yang becek dan kiri kanannya ditumbuhi ilalang dan tanaman liar..
karena penasaran kuputuskan mengambil jalan lurus, sambil berloncatan menghindari tanah berlumpur bekas hujan kemarin..

wooowww…

I like it

menurutku dieng itu seperti perempuan, gak bisa ditebak dan penuh kejutan.. ^^
setelah melewati rimbunnya ilalang, tersibaklah pemandangan yang luar biasa, aku sempat terpukau dan mulutpun memuji Tuhan atas keindahan ciptaanNYA
sebuah telaga berair tenang dan permukaannya bening seperti kaca yang memantulkan apa saja, gak salah kalau diberi nama telaga ‘pangilon’ yang artinya cermin..
dengan gegas ku dekati tepiannya, sudah gak peduli lagi berbecek ria.. ^^
sebelumnya aku sudah pernah mendengar nama telaga pangilon, tapi sungguh tak kusangka keindahannya dua kali lipat dengan apa yang kubayangkan..
Mitos penduduk menyebutkan bila danau ini bisa untuk mengetahui isi hati manusia..
Bila saat bercermin di permukaannya ia terlihat cantik atau tampan, maka hatinya baik. jika Sebaliknya, ia termasuk orang berhati busuk.
aku terlihat tampan gak ya..? hehe..
suasana saat itu begitu tenang dan syahdu, aku pun mengambil hanfon, pencet play music > tohpati feat shakila > lukisan pagi
lalu mengalun lah petikan gitar tohpati mengiringi suara merdu shakila..

Fajar yang berkilau
Datang membuka hari
SinarMu memberi harapan yang bersahaja
lihatlah warna pada cahaya
Menjadi lukisan pagi
Bukalah renda agar cahaya
Sinari damainya arti kehidupan

pagi yang indah, di iringi lagu yang merdu, SEMPURNAA..

ohh Tuhan..
terimakasih..
meskipun sendiri dan jauh dari orang-orang yang kusayangi, tapi aku merasa dekat sekali dengan-Mu..

next song, > ebiet g ade : nyanyian rindu

Bila saja kau ada di sampingku,
sama-sama arungi danau biru
Bila malam mata enggan terpejam
Berbincang tentang bulan merah ho…
Du du du du du du du du du du du du du du du
du du du du du du du du du du du du du du du

sungguh, saat itu adalah momen terindah dalam perjalanananku mengenali dieng..
..

Iklan
Categories: infO-infO, rEviEw, tRip | 24 Komentar

Navigasi pos

24 thoughts on “Telaga Warna dan Telaga Pangilon………. [trip dieng #2]

  1. Ataa, woooww.., cepet banget rilis Trip Dieng yg ke-2
    krn barusaan saja, ninggalin jejak di Trip Dieng yg ke-1 🙂
    truss.., ngiringin Ata saja, nyanyi lagunya Ebiet G. Ade
    lantunan lagu Ebiet yg melankolis + suasana Dieng yg syahduu = SEMPURNA
    Setujuu.., Ata 🙂

  2. suka banget ama pemandangan di foto yang pertama… cakeeeppp…

  3. asyiiiik…. siapa ya yg jadi suaminya Dieng? #eh

  4. Subhanallah… Pemandangannya cantik2 dan mitosnya tetap gak ketinggalan ya… 😀
    Hmm… ternyata suasana syahdu, malah bikin pengen ngedengar lagu ya…? Apakah gak pengen berdendang sendiri dalam hati… :mrgreen:

  5. ..
    iya cantik, seperti wanita.. ^^
    maksud hati kayak ada soundtracknya gitu lho..hahaha..
    ..

  6. woww…. kereeennn…
    aku ke sana awal Juli lalu, ke kawahnya dan ke telaga ini, sayang waktu itu agak mendung, jadi pemandangannya nggak secantik di foto-fotomu ini. waktu itu sih pas dingin banget huaduh… mesti pakai jaket dan syal jadinya…

  7. ayawjeweltz

    Waaawww!!! Asik nih postingan2 blog nya seru dan poto2nya memanjakan mata! Pengen ikuuuuuuuuutttttt!!! 😥

  8. pemandangan kayak gini yang musti dibilang WoW nih,,,hehehehehhe,,, ajib gan,,,,

  9. Kapan ya bisa ke Dieng? Kemarin teman saya ada yang baru pulang dari sana dan saya cuma bisa.. 😦 😦 😦

  10. sukses bikin iri deh ….

  11. ah.. gambar2mu bikin pengen kesana 😦
    tapi kapan ya??

  12. Kunjungan balik ^^
    Hmm,,
    sekarang dieng udah bagus yaa.. 🙂
    dulu waktu aku masih kecil gak kayak gitu tempatnya..hihihi..
    tapi tetep indah n natural.. *co cweet

  13. Aaakkk, aku iriii…. keren banget. Gila ya, di Indonesia tuh kayaknya banyak banget tempat indah. Aku jadi penasaran banget sama telaga Pangilon ini 😐

  14. wah itu pemandangannya ga ada lawan. jadi mau kesana..

  15. lukisan alam yang menakjubkan. awesome

  16. mas ataaaaa, foto2mu kereennn,, yg punthuk setumbunya apalagiiiiii …. seumur2 aku blm pernah kesana, hahahaha,, klo hunting foto2 alam gt aku ikut sih mas 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: