Hipnotis : dari James Braid Sampai Uya Kuya

Ata-ers, mohon maaf jika beberapa kali melongok ke mari dan mendapati posting di Senyum Septa masih yang itu-ituuu saja, out of date. Harap dimaklumi, komputer pemilik blog ini baru terserang malware, tidak bisa dioperasikan, sehingga si pemilik blog tidak bisa menampilkan senyumnya 🙂

Supaya rumah senyum ini tidak lumutan atau keburu dihuni hantu, saya –tetangga sebelah– mengisinya dengan posting yang rada-rada misterius (tapi dijamin tidak bau kemenyan … ).

Semoga sang malware bisa segera ditaklukkan Ata, dan kerinduan para Ata-ers bisa segera terobati … (eh, emang ada gak sih yang ngerinduin Ata? Gosah malu lah … 😀 )

……………………………

DIHIPNOTIS … MAU?

Dengan kacamata bulat tebal, rambut jabrik dicat warna merah kecoklatan, dan dandanannya eksentrik, Uya Kuya menawarkan kepada penonton yang berkerumun, siapa yang punya uneg-uneg dan ingin disampaikan dengan bantuan hipnotisnya. Beberapa orang mengangkat tangan. Uya memanggil sepasang pria-wanita di antara mereka.

Pasangan itu diminta duduk di samping Uya, lalu Uya sekali lagi menegaskan, apakah mereka benar-benar mau dihipnotis dengan suka rela. Setelah mereka mengangguk dengan mantab, salah seorang yang akan dihipnotis terlebih dahulu diminta pindah duduk di samping Uya. Lalu Uya pun memulai aksinya. Dia melambaikan selembar tisu putih, lalu berkata “Kalau lihat api membakar tisu ini, langsung tidur ya!”. Sang partisipan mengiyakan. Korek api dinyalakan oleh asisten Uya yang dandanannya tidak kalah ajaibnya, dan begitu api berkobar membakar tisu di tangan Uya, partisipan pun langsung terkulai tidur … (ehm …. bagi para ibu dan baby sitter yang kerepotan karena momongannya rewel melulu, kayaknya ilmu Uya perlu dipelajari 😉 )


Salah satu cara Uya menidurkan partisipan adalah dengan nyala api (foto dipinjam dari sini)

 

Setelah ‘korban’nya trans -terhipnotis- mulailah Uya mewawancarainya. Kejahilan pertanyaan Uya dan jawaban jujur partisipan seringkali membuat penonton yang menyaksikan di lokasi syuting maupun penonton yang ada di depan televisi tertawa terbahak-bahak. Jawaban partisipan seringkali tidak terduga, menggelikan, mengagetkan, dan bisa membuat pasangan si partisipan blingsatan. Uya memang Kuya … 😀

Sebagian orang gemar menonton reality show yang ditayangkan sebuah televisi swasta ini, sebagian memandangnya dengan skeptis. Saya sendiri kagum dengan kemampuan Uya menghipnotis orang, dan penasaran ingin tahu apa itu hipnotis dan bagaimana hipnotis bekerja pada diri seseorang. Kebetulan saya menemukan sebuah buku yang cukup bagus, “Hipnoterapi, Prinsip-Prinsip Dasar Praktik Psikoterapi”. Buku ini ditulis oleh YF La Kahija, staf pengajar Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang. Kahija adalah seorang hipnoterapis yang bergabung dalam Authentic School of Hypnotherapy Jakarta, dan banyak membantu mahasiswa maupun masyarakat awam dengan hipnoterapi. Buku ini berisi penjelasan yang cukup ilmiah dan -menurut saya- bisa dipercaya.

 


 

Hipnotis sudah dikenal orang sejak ribuan tahun yang lalu. Di Mesir dikenal Imhotep, seorang arsitek, pemikir, dan penyembuh di masa pemerintahan Faraoh Zoser (2980 – 2900 SM). Di China dan India, teknik pengobatan serupa juga sudah dijumpai sejak lama. Bapak Kedokteran China, Wong Tai (1600 SM), mengobati dengan menggunakan teknik pembacaan mantra dan menumpangkan tangan pada para pasiennya. Di Yunani, Inggris, Turki, dan banyak negara Eropa, hipnotis juga sudah dipakai sebagai salah satu cara penyembuhan sejak ribuan tahun yang lalu.

Pada era modern, sederet nama bisa disebut sebagai pelopor hipnotis, seperti Franz Anton Mesmer (1734 – 1815), Marquis de Puysegur (1751 – 1825), Sigmund Freud (1856 – 1939), dan banyak lagi. Istilah hipnotis sendiri diperkenalkan oleh James Braid (1795 – 1860), berasal dari kata Hypnos, Dewa Tidur dalam mitologi Yunani. Orang yang terhipnotis memang berada dalam kondisi ‘tidur’, tetapi tidur hipnotis berbeda dengan tidur pada malam hari.

Orang cenderung memiliki persepsi negatif jika mendengar kata ‘hipnotis’. Hipnotis sering dikonotasikan dengan gendam dan hal-hal yang berbau mistik. Padahal sesungguhnya ada beberapa macam hipnotis, yaitu hipnotisme panggung/hiburan, hipnosis-diri/otohipnosis, hipnotisme forensik, hipnotisme eksperimental, dan hipnoterapi/hipnotisme medis. Nah, apa yang ditampilkan Uya Kuya adalah jenis hipnotisme panggung, yaitu hipnotis yang dipakai sebagai pertunjukan hiburan.

Tapi kalau ada cowok melongo sampai nggak sadar nyebur got gara-gara melihat cewek bening nan sekseh berlenggok di depannya, itu mah hipnotis cinta … 😛

Selain dengan api sebagaimana sering dipakai Uya, banyak media menghantar yang bisa dipakai untuk membuat orang masuk ke dalam kondisi terhipnotis. Ada pendulum yang bergerak, bentuk spiral yang kalau diamati berlama-lama akan membuat kita melayang, dan bentuk-bentuk lain yang berfungsi sebagai obyek untuk memusatkan konsentrasi.

 

 

Apa sih sebenarnya yang terjadi ketika seseorang terhipnotis?

Pada saat seseorang masuk dalam tahap trans (terhipnotis), ia akan merasa rileks, sehingga alam bawah sadar yang dalam kondisi jaga tertekan di bawah alam sadar, dapat dibangkitkan. Dalam keadaan sadar, perhatian seseorang akan tertuju ke ‘luar’ dirinya, sedangkan dalam keadaan trans, konsentrasi seseorang tertuju ke ‘dalam’ dirinya. Ingatan-ingatan yang dalam kondisi sadar tenggelam di alam bawah sadar, pada kondisi terhipnotis dapat muncul ke permukaan.

Setiap orang yang bersedia dihipnosis akan bisa dihipnosis. Itulah sebabnya Uya selalu menegaskan kepada partisipan, apakah mereka benar-benar mau dihipnotis. Orang yang dihipnotis akan dipengaruhi oleh sugesti orang yang menghipnotisnya. Maka selalu kita dengar Uya berkata, “Dengarkan sugesti saya …” . Tetapi orang yang terhipnosis tidak akan menerima sugesti yang bertentangan dengan nilai-nilai agama atau moralitas yang berakar kuat dalam dirinya. Jika partisipan berkeyakinan bahwa telanjang di depan umum adalah perilaku yang bertentangan dengan etika, ia akan bangun jika diminta untuk telanjang. Itu pula sebabnya Uya selalu mengatakan, “Jangan katakan apa yang kamu anggap rahasia dan tidak perlu dikatakan …”

 

Uya dalam slah satu aksi nya


Pada saat seseorang berada dalam keadaan trans, sugesti positif bisa dimasukkan ke alam bawah sadarnya, yang akan terus tertanam di alam bawah sadarnya sehingga bisa mengubah pola pikir atau perilaku seseorang. Seorang perokok yang ingin berhenti merokok, dapat diberi sugesti bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan. Ketika bangun dari hipnotis, sugesti itu terus melekat di alam bawah sadarnya, sehingga ia tidak lagi ingin merokok.

Saya pernah melihat tayangan di sebuah televisi swasta, yang memperlihatkan seorang guru menghipnotis murid-muridnya yang kesulitan belajar matematika. Guru itu memberikan sugesti positif, bahwa matematika tidak sulit, dan bisa dipelajari dengan mudah.  Ketika dibangunkan dari hipnotis, murid-murid itu merasa lebih mudah memahami pelajaran matematika. Kita lihat, sebelum membangunkan partisipannya Uya juga selalu memberikan sugesti positif yang biasanya berisi nasehat atau motivasi.

Selain hipnotisme hiburan, ada juga hipnotis diri. Sebelum mengetahui tentang hipnotis diri dari buku tulisan La Kahija, ternyata saya sudah sering mempraktekkannya. Ketika akan tidur, dan ingin bangun pada jam tertentu tanpa alarm, saya mensugesti diri dengan mengatakan dalam hati “Aku mau bangun jam sekian”. Dan ternyata saya benar-benar terbangun pada jam yang saya inginkan. Untuk bisa melakukan hipnotis diri dengan lebih baik, ada cara-cara yang perlu dipelajari dan dilatih. Dan jika kita bisa melakukan hipnotis diri, tentu kita bisa menanamkan sugesti-sugesti positif dalam diri kita, sehingga akan membuat perilaku dan pemikiran kita menjadi lebih positif.

Nah, jika ada di antara Anda yang kepengin menjadi presiden, bisa dicoba menghipnotis diri sebagai presiden. Siapa tahu bakal ada reformasi lagi dan terbuka kesempatan menjadi pemimpin negara … 😉


Gambar dipinjam dari sini


Ketika googling tentang Uya Kuya, saya menemukan banyak tulisan yang meragukan hipnotis yang dilakukan Uya, dan mengatakannya sebagai hoax. Tapi tulisan di berbagai situs tersebut sama plek-ketiplek-duplek, hanya merupakan kopas tanpa menyebut sumber. Saya tidak bermaksud membela atau mendukung Uya dengan tulisan ini, hanya mencoba ‘mencocokkan’ apa yang dilakukan Uya dengan uraian di sebuah buku yang ditulis oleh seorang ahli hipnoterapi. Tentang apakah Uya benar-benar bisa menghipnotis orang, atau semua hanya rekayasa, saya mah monggo saja … 🙂

Bagaimana, tertarik untuk belajar hipnotis? Bisa menghipnotis orang keren lho …  🙂

 

Iklan
Categories: infO-infO | 26 Komentar

Navigasi pos

26 thoughts on “Hipnotis : dari James Braid Sampai Uya Kuya

  1. alice pngen .....

    Waw

  2. Ahh.. ini yang punya rumah akhirnya nongol..

    Btw, siapa ya tetangganya ini? Yang lagi relaxing setelah pengumpulan itu bukan? 😀

    Teman saya pernah terhipnotis, dia menyerahkan semua bawang bawaannya: tas, uang, 3 handphone, dan boneka kesayangannya pada si penjahat..

    dari sumber yang saya baca sih, ada orang yang gampang terhipnotis, ada yang susah.. nah yang gampang terhipnotis kabarnya justru orang yang gampang berkonsentrasi pada 1 hal 🙂 dan biasanya jiwa seninya tinggi, temen saya banget itu

    • Siapa tetangganya? Tengok aja deh, terus kenalan … 😀

      Memang benar, ada orang yang gampang terhipnotis, ada yang susah. Yang jelas, orang yang tidak mau dihipnotis tidak bisa dihipnotis, karena untuk bisa dihipnotis harus ada kesediaan dan kepercayaan dari orang yang dihipnotis kepada penghipnotisnya.

      Iya, mungkin benar juga, orang yang gampang berkonsentrasi pada satu hal lebih gampang dihipnotis.

  3. Ini yang lagi nge-hang yang punya blog apa komputernya yah? 😛

    Wuiiii… Bunda Tuti dalam sehari aplot dua postingan berkualitas… Ckckck… *terkagum-kagum…
    Nanti kalo ketemu Bunda harus hati2 niy, dah tau ilmu hipnotis soalnya, hehehe… *ngumpet…

    • Kayaknya yang lagi nge-hang dua-duanya … 😛

      Terimakasih Mida. Sebenernya nulis posting ini sudah beberapa hari lalu kok. Nungguin komputer Ata nggak juga dibenerin, akhirnya dipublish pake komputer lain 🙂

      Wah, aku mah cuma tahu dari baca aja soal hipnotis, nggak bisa mraktekin ke orang lain …

  4. kalo hipnotis yang di reality show di tv itu kok gua gak yakin beneran ya.. kayaknya rekayasa dah…

  5. hipnotis memang susah dipahami dengan akal – asal buat tujuan positif saja it’s ok

  6. Desita Hanafiah

    hohohoho, mudah-mudahan hipnotis bisa diterapkan dan dimanfaatkan untuk hal-ha positif.
    Saya percaya kekuatan alam bawah sadar.

  7. saya tidak ingin dihipnotis bang.
    tapi pingin masuk alam bawah sadar, biar bisa kayak Inception ahihi 🙂

  8. kalo hipnotis bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang baik sih oke-oke aja ya, tapi jaman sekarang gt dan banyak yang menyalahgunakan hipnotis untuk kejahatan…
    hiii…
    btw kalo ketemu uya kuya dmall mending ngumpet deeh..kagak mau dihipnotis gw..hehe

    • Hipnoterapi sudah diterapkan di rumah sakit juga, untuk mengurangi rasa sakit penderita kanker, atau sewaktu ibu melahirkan. Juga merupakan salah satu metode penyembuhan untuk berbagai problem kejiwaan. Tetapi harus dilakukan oleh ahli hipnoterapi, yang memiliki latar belakang ilmu psikologi atau psikiatri. Jadi hipnotis jenis ini beda dengan hipnotis hiburan yang ditampilkan Uya Kuya.

      Oh ya, Uya sekarang juga nggak maksa orang untuk dihiptonis kok. Dia menawarkan saja, siapa yang mau 🙂

      • iya bu..btw kok sekarang di jogja lagi maraknya seminar2 dan workshop hipnoterapi ya bu, saya sering liat iklan2 dan pamfletnya di tiang bangjo, hehe..itu valid ga yah kira2..hoho..jangan2 disalahgunakan nantinya

  9. saya ntar belajar sama Bu Tuti aja yaa,,
    ntar dipraktekkan untuk menyugesti menjadi nyonya president 😉

    • Hahaha … saya belum bisa menghipnotis orang, Salma. Tapi kalau mau menyugesti diri menjadi nyonya presiden, ayuk bareng-bareng aja … (presiden dapur tapi … 😛 )

  10. gue malah berpikir gimana kalau si uya kuya itu menghipnotis beberapa orang kunci kasus besar di indonesia. pasti ketemu mana yg bener mana yg bohong hehehe..

  11. yahh uya kan hoax bro.. :mrgreen:

    kalau beneran hipnotis bisa kayak gitu, Polri atau bahkan FBI ga perlu yang namanya interogator 😛

    anyhow.. salam kenal yah bro 😛

  12. halo…

    saya mama-nya Arcello

    waaah bener juga tuh…jadi ngebayang’in kalo Gayus dihipnotis sama Uya Kuya…pasti seru tuh

    salam kenal ya….
    Mamanya Arcello

    http://www.anakmart.com/sample-page/

  13. Aku mau dihipnotis biar jd langsing 😛 hihihi

  14. Kenapa para pegawai kejaksaan gak belajar hipnotis ajah yaa??? Aduuuhhh padahal kan itu ide brilian 🙂

  15. maaf boleh tukar link? link sobat sudah saya taruh di ->Sahabat

    Dengan Nama : Senyum Septa

    semoga sobat mau bertukar link 🙂

  16. apa kabar nih mas atta???

  17. Ping-balik: Hypnotherapy « Tuti Nonka's Veranda

  18. saya punya temen yang katanya pernah belajar hipno dan mengimplementasikannya pada pengembangan diri untuk terus maju dan berkembang. Kalau dilihat dari kasat mata saya sih kayanya temen saya itu banyak kemajuan setidaknya dari pembawaan dirinya.

  19. Sayang, saya tak pernah nonton acara ini…ehh tahu-tahu kok ada rame-rame…
    Serukah? Kalau lihat tulisanmu ini kayaknya seru ya

  20. Saya sudah bisa menghipnotis. Tapi kenapa yeah teman2 saya cowok jarang yang berhasil?
    Orang yang benar2 kena hipnotis bisa kita lihat dari kelopak matanya. Kalau kelopak matanya bergerak berarti dia pura2 (masih dalam alam sadar), kalau kelopak matanya nggak bergerak sama sekali berarti dia benar2 tidur (alam bawah sadar). Kalau nggak percaya, perhatikan baik2 orang2 yang dihipnotis oleh Uya Kuya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: