SMP: Kurikulum manusia Pantat..

Ki Hajar Dewantara pernah berkata “sekolah itu berfungsi memanusiakan manusia..”

Tapi di masa sekarang, sekolah di negeri ini kebanyakan hanya mementingkan bidang eksakta sementara bidang humanisme terabaikan..
Lantas siapa yang pantas disalahkan ketika di tanah air ini banyak yang mengeluhkan tingkat ketidak lulusan siswa yang tinggi..
Tiap tahun terjadi kehebohan sebelum dan sesudah UNAS, miris ngelihatnya..

Aku pun sudah bosen mendengar kurikulum yang hampir tiap tahun berganti..
dari kurikulum berbasis kompetensi [KBK], lalu berubah ke kurikulum tingkat satuan pendidikan [KTSP]..
entah sekarang apa lagi namanya..

Apakah kelulusan siswa harus ditentukan hanya lewat ujian..?
Apakah hanya kecerdasan otak yang jadi patokan..? Ini tidak adil..
Sepertinya tingkah laku dan budi pekerti tidak penting lagi, wajar saja kalau korupsi susah diberantas..

Pantaskah lembaga pendidikan menganggap dirinya sebagai penentu gagal tidaknya seorang siswa..
apakah sekolah berhak menjadi perumus masa depan..?

Bukankah bangsa ini punya seseorang yang hebat seperti Ki Hajar Dewantara, pahlawan besar pendidikan yang telah merumuskan metode pendidikan yang sesuai dengan jiwa bangsa ini..
” ing ngarso sung tuladha ing madya mbangun karso, tut wuri handayani..”
Sebuah sistem pengajaran yang tak mengasingkan siswa dari budaya dan lingkungannya..
sebuah metode yang berdasarkan saling asah, asih,asuh..
Dengan sistem ini pendidikan kepribadian lebih ditekankan, bukan hanya mengembangkan aspek intelektual, yang hanya akan menghasilkan kepribadian seseorang yang timpang..

Ada satu film yang sangat rekomendet untuk semua elemen di dunia pendidikan..
filmnya udah agak lama sih, judulnya “3 Idiot” ..
bagi yang alergi Bollywood coba nonton dulu deh.. 😉

Film ini banyak berisi kritik terhadap sistem pendidikan yang terlalu mengagungkan target dan nilai..
meski bersetting India, tapi sebenarnya kondisi sosial yang diangkat sama persis dengan keadaan bangsa ini..
misalnya banyak orang tua yang menginginkan, bahkan ‘memaksa’ anaknya menjadi insinyur atau dokter..
menganggap ijazah dan nilai tinggi akan memudahkan mencari pekerjaan..
mungkin ini adalah penyakit negara dunia ketiga, yang hanya mencentak para pekerja bukannya mendukung terciptanya usahawan muda..

Kembali ke Bollywood …
film “3 Idiot” bersetting perguruan tinggi nomer satu di India, Imperial College of Engineering [ICE]..
di kampus itu para mahasiswa diajarkan untuk selalu berkompetisi secara ketat..
“Hidup adalah persaingan” kata Viru Sahastra Budhi, sang rektor yang di juluki mahasiswanya Virus.. 😀

Setiap tahun ajaran baru Mr. Viru selalu berceramah, yang isinya selalu sama..
“Tahukah kalian, burung cucko tidak pernah membuat sarangnya sendiri.
mereka menaruh telurnya di sarang burung lain, dan ketika telur menetas yang dilakukan pertama oleh anak burung cucko adalah menendang telur lain dari sarang..
kompetisi dimulai, life begins a murder..
itulah hidup, bersaing atau mati..”

Mr. Viru menganggap semua mahasiswa ICE adalah burung yang lolos dari persaingan dengan menyingkirkan calon mahasiswa yang tidak lolos..
karena dari 4000 calon mahasiswa hanya 200 yang diterima..

Akibat cara didik yang keras itu, banyak mahasiswa yang stres dan depresi berat..
hingga seorang mahasiswa bernama Ranchordas Chancad memprotes sang rektor, saat ada seorang mahasiswa tingkat akhir gantung diri karena hasil praktikumnya ditolak..
Rancho berkata.. “Anda tahu Sir, hasil otopsi dokter menunjukkan kematian ini karena tekanan hebat di saluran pernafasan..
bodoh sekali kalau mempercayainya.. dia mati tercekik disini *menunjuk leher*.. padahal selama 4 tahun tertekan disini *menunjuk kepala*..
mahasiswa juga punya hati, Sir.. bukan mesin yang bisa terus menahan tekanan.. andai saja semua memahami ini bukan bunuh diri, ini adalah PEMBUNUHAN..”

Film ini juga sebuah potret kondisi pendidikan di India yang mengagungkan gelar dan ijazah..
konon negeri itu menempati peringkat pertama kasus bunuh diri pelajar..

Rancho adalah satu-satunya mahasiswa di ICE yang berani melawan sistem..
dengan mengkritik metode pengajaran dosen, juga memprovokasi dua sahabatnya Raju dan Farhan..
Bagi dia sistem pendidikan di ICE tak memungkinkan mahasiswa untuk membicarakan terobosan baru..
sebab dosen hanya membicarakan apa yang ada di buku, padahal ilmu pengetahuan seharusnya diPAHAMI, bukan di hafal..

“Singa sirkus belajar untuk bisa duduk di kursi hanya karena takut di cambuk.. kita bisa menyebut singa itu terlatih, bukan terdidik..”
kata Rancho di depan dosen dan teman-teman sekelasnya..
“Kami tak mendapatkan ilmu pengetahuan di sini, Pak.. kami hanya diajari bagaimana mendapatkan nilai bagus..
Buat apa nilai tinggi..? apa hanya untuk bisa bekerja diperusahaan besar..?”

Ucapan Rancho di atas mengingatkan kita bahwa kurikulum yang membelenggu hanya akan mencetak manusia robot..
karena sebenarnya ilmu pengetahuan adalah berkah yang harus dikembangkan dan bisa dinikmati..

“Jangan belajar untuk menjadi sukses, tapi untuk membesarkan jiwa..
jadilah orang besar, kesuksesan akan mengikutimu..
jadilah apapun menurut kata hatimu..
karena aku mencintai mesin, mekanika adalah jiwaku..
tahukah kau apa jiwamu..? ”
tanya Rancho pada sahabatnya, Farhan..

Ayah Farhan menginginkan anaknya menjadi seorang Master of Engineer bahkan sejak Farhan lahir..
sementara jiwa Farhan menyenangi satwa liar dan fotografi..
karena nasehat Rancho, Farhan berani mengungkapkan keinginan hatinya..
“Jika aku nanti menjadi fotografer kemungkinan gajiku sedikit, rumahku kecil, mobilku kecil. Namun aku akan bahagia ayah..akan benar-benar bahagia..”
ungkap Farhan pada ayahnya…
Sebuah adegan yang mengharukan, saat sang Ayah akhirnya luluh dan ingin membelikan Farhan kamera..

Pesan yang bisa diambil dari scene itu..
jalani pekerjaan yang kau sukai..

Bayangkan jika bapak Mariah Carey menyuruhnya menjadi insinyur..
atau bapaknya Jet Lee menyuruhnya menjadi penyanyi..
apa jadinya mereka sekarang ini..?

mungkin ada yang berfikir ,kenyataan hidup itu tak sama dengan film..
be positif thinking Guys.. kita harus optimis..
selalu ada pilihan dalam hidup.. *tsahhhh…*
..

artikel ini juga untuk gerakan SEO positif disini..
sumber : tulisan Sunlie Thomas dan film 3 idiot..
Iklan
Categories: iNspirAsi | 31 Komentar

Navigasi pos

31 thoughts on “SMP: Kurikulum manusia Pantat..

  1. Tentang kurikulum pendidikan, setahu saya memang harus selalu ditinjau ulang, disesuaikan dengan perubahan jaman serta kebutuhan masyarakat. Tetapi memang tidak dalam kurun waktu yang terlalu singkat, sebab sebuah kurikulum memerlukan waktu tertentu untuk bisa dievaluasi keberhasilan atau kegagalannya. Pada umumnya, 5 tahun dianggap waktu minimal untuk meninjau ulang sebuah kurikulum …

    Di Indonesia, ada kecenderungan ‘ganti pejabat ganti kebijakan’. Pejabat yang baru ingin menerapkan idenya, tanpa mempelajari dulu kebijakan yang sudah dibuat oleh pejabat pendahulunya 😉

    Paradigma pendidikan kita kayaknya memang sudah berubah, bukan lagi mendidik manusia yang mulia, tetapi mencetak manusia agar bisa sukses secara material.

    Sebenarnya tidak ada salahnya lembaga pendidikan mencetak lulusan menjadi pekerja yang memiliki keahlian tertentu, sebab perusahaan-perusahaan sangat memerlukan tenaga kerja yang handal untuk memajukan perusahaan (dan pada gilirannya, perekonomian nasional). Yang keliru adalah mencetak siswa/mahasiswa memiliki ‘mental pencari kerja’. Pada saat ini, yang lebih diperlukan adalah “job creator”, bukan “job seeker” 🙂

    *karena artikelnya serius, komennya jadi serius juga …* 😦

    Ata aaakh … mana senyumnya? 🙂 🙂

    ..
    Tentang kurikulum memang harus di evaluasi lalu diperbaiki, tapi yang terjadi kurikulumnya malah berubah total..
    Jadi bikin bingung deh.. 😦
    Pendapat Bu Tuti bener banget, tiap ganti pejabat ganti pula kebijakannya..
    Kalo gitu, nanti Bu Tuti aja deh yang jadi pejabatnya.. 😉
    ..
    Mungkin pemerintah harus lebih memajukan sekolah2 kejuruan dan memperbanyak pelatihan ketrampilan, supaya semakin banyak lulusan yg terampil dan bisa membuat usaha sendiri..
    ..
    Hi..hi..
    Ya gak wajib serius lah, boleh becanda kok..
    *kasih senyum untuk Bu Tuti* 🙂
    ..

  2. Tadi buru-buru komen, nggak perhatiin fotonya ….
    Hihihi …. Ata Chan Production? Aku ikyut audisi dong …. 😀 😀

    ..
    Buru-buru memang mau kemana sih..
    ..
    Boleh-boleh..
    Peran-nya milih sendiri aja, suka-suka..
    He..he.. 😀
    ..

  3. harumhutan

    nambah lage neeh jabatan si atta,sebagai seorang produsen pilm 🙂

    aku bagian penyeleKsi pemain ajah 😀

    ..
    Hi..hi..
    Usaha sampingan Jeung, lagi kejar setoran nih.. 😀
    ..
    Boleh, wi3nd yg jd tukang seleksi tapi gak boleh kkn lho.. 😀
    ..

  4. harumhutan

    *komeng serius *

    bunda tuti uda jelasin secara gamblang tuch tentang pendidikan di negeri ini.

    but well emang miris banged kalu ngeliat mutu pendidikan di Idonesia,belum sempurna,penentuan nilai kelulusan yang selalu berubah ubah,
    masih inget banged waktu anak anak cerdas ndak lulus cuma gara gara nilai nem.nya ndak nyampe,padahal mereka ditrima di ITB,

    mau berontak? hemm…uda banyak yang protes tentang dunia pendidikan,tapi sayangnya mreka disanah masih belum membuka mata mreka lebar lebar.

    sebaiknya seeh sekolah itu bukan jadi patokan untuk pintar dan cerdas,sekolah hanyalah formalitas, ada sekolah yang lebih hebat,yaitu kehidupan,alam dan lingkungan.

    dari mereka kita bisa belajar tentang banyak hal,yang ndak pernah didapet disekolah.

    ada yang bilang langit adalah atap sekolahku,kehidupan adalah sekolahku dan pengalaman adalah guruku *jieeee…. si wiend nyomot dimana neeh kalimat sakti 😆

    ..
    Tsah.. Tumben nih serius..
    Ada apa nih, wi3nd salah makan ya..? He..he.. 😀
    ..
    Kasihan ya di usia belia harus menerima kenyataan pahit seperti itu.. 😦
    ..
    Iya, kalo gitu kita dukung Bu Tuti jadi mendiknas..
    Hi..hi..
    ..
    Mungkin kalo metode pendidikannya fokus ke satu bidang yang diminati siswa maka hasilnya akan lebih baik..
    Jadi lulusannya ahli dibidangnya.. 😉
    ..
    Ciee…
    Manteb dah filosofinya.. 😉
    ..

    • harumhutan

      * untuk masalah pendidikan harus srius tta,ne menyangkut masalah bangsa * dipentung..hi hi

      iyah salah makan,dikasih cuma sebungkus,itupun harus berdua 😛

      tapi malah jadi pinter *pinter ala siwiend :mrgreen:

      ndak gitu juga tta,ada kok sekolah sekolah kejuruan,semacam SMK,sTm,disanah siswa berhak untuk mengambil jurusan yang mreka sukai.
      lebih baikkah mreka? belum tentu.
      kenapa?

      yah balik lage kesiswanya,lah kalu dia males? suka mbolos?ra nyangkutkan pelajaran yang dtrimanya?
      jadi sebagai siswa juga harus kreatif,tidak mengandalkan sekolah,tapi cari pelajaran lain yang didapet disanah…

      naaach kalu mau mendingan Home Scholing ajah.
      sekarang ini uda lumayan ada HS..

      dukung bunda tuti jadi mendiknas?
      why not??

      dukung bangeeddd!!
      ntar di 2014 aye pilih bunda tuti ajah 😉

      *bawa bawa spanduuk,bunda tutiii i love yuu [Loch?] 😀

      xixixi..pilosopi alaanakhutan 😀

  5. harumhutan

    *tanggung dibikin hatrick lage yah kang mas atta 🙂 *

    3 Idiot meski film hindie,tapi beda ama film film inidie kebanyakan, di 3 Idiot ada banyak pesan moral yang ingin disampaikan.

    ada kisah persahabatan yang mengharu biru,ada crita tentang pendidikan,andai sajah para pejabat nonton ne film dan bisa mengejawantakan dinegeri ini,maybe is usefull even a little bit ..

    Optimis itu harus!
    jangan jadi pesimis apalagi mringis nantinya jadi amis 😀

    soal pekerjaan follow your pasion guys,temukan Lentera jiwa kalian 😉

    atta chan,thanks for share this 🙂
    postingan ini bikin aku komeng banyak banged 😀

    **aku nda nemuin kontranya disini 🙄 *

    ..
    Buat Wi3nd mah gak berani ngelarang, takut kalo dilarang suka ngamuk..
    Kemaren aja pohon tumbang rumah hancur dibikinnya.. 😀
    ..
    Tapi tetep aja sih dengan gaya satir dan gak ketinggalan lagu plus jogednya.. 😀
    ..
    Jangan lupa selain bercerita tentang pendidikan, persahabatan ada percintaannya juga lho.. 😉
    ..
    Mringis jadi amis..?
    Dirubung laler dong.. 😀
    ..
    Makasih juga ya, udah capek2 nulis komen panjang gini..
    ..
    *gak ada kontra soalnya sudah dikondisikan* 😛
    ..

    • harumhutan

      beeuughhh….ituh wind yang laeen ** gulung gulung baju…

      ndak pernah capek komeng klu da nyangkut masalah moral bangsaa 😛

  6. Saya pernah baca di blog siapa tentang film ini…katanya menarik, tapi tak sempat nonton.

    Tapi yang ini kan ATA production….
    Kenapa nggak woro-woro saat audisi pemain? Pasti banyak blogger yang ikutan.

    Mestinya kurikulum setiap kali harus diperbaiki. Dulu saat masuk SMA sudah dibagi kelompok, SMA A, B dan C. Dengan pembagian sejak awal ini, maka yang tak pandai bidak seksakta, namun pandai dibidang lain tetap lulus. Soal pekerjaan, bukankah sekarang banyak yang bekerja di industri kreatif…..tak harus lulusan eksakta kan?

    Kemudian ada sekolah kejuruan, dan kenyataannya lulusan kejuruan ini bisa langsung kerja….saya banyak menemukan saat mengunjungi klien di bidang industri, banyak manager nya asalnya dari sekolah kejuruan. Dan sekolah kejuruan ini juga tak harus kerja..ada orang yang saya kenal, akhirnya bisa melanjutkan kuliah di ITB.

    ..
    Ha..ha..
    Bu Enny bisa aja, memang ibu mau ikut audisi juga..? 😀
    ..
    Lha dulu saya gak punya basic ilmu komputer tapi bisa di desain grafis lho.. *nyombong dikit*
    Hi..hi..
    ..
    Tapi sekolah kejuruan jumlahnya masih gak sebanding dengan sekolah umum..
    Peminatnya agak kurang..
    Mungkin pengaruh orang tua juga yg nentuin pilihan.. ..

  7. L_A

    hmmmmm…..

    Speachless…..
    -_-”

    Tulisannya keren….
    ^_^

    Hidup ata!!
    Loch???

    suka banget dengan kata2 ini..
    bikin merinding, hu3….
    “Jika aku nanti menjadi fotografer kemungkinan gajiku sedikit, rumahku kecil, mobilku kecil. Namun aku akan bahagia ayah..akan benar-benar bahagia..”

    soalnya c termasuk salah seorang yg di minta untuk menjadi apa yg diinginkan orang tua….
    tapi alhamdulillah orang tua c g pernah memaksakan untuk jadi ini atau itu, tapi hanya mencoba untuk mengarahkan apa yg menurut mereka terbaik bagi c….
    tapi apapun itu wallahualam…..
    hanya Allah yg tau apa yang kita butuhkan bukan inginkan…

    n ngemeng2 soal ne film….
    KEREN ABIZZZZZZ….
    gk bakal rugi deh nontonnya bagi yg BELUM NONTON…

    c ja mpe 3 kali nontonnya,….
    ho3…
    tp tu gara2 kasetnya rusak2 mulu, abiz tu dituker gi n nonton gi, hi3….
    tp gk pernah bosen deh nontonnya, di jamin, ha3…..
    (dbayar berapa jg ikut promosiin ne film, hi3….)
    tapi tak apalah..
    emang banyak pelajaran moral yg bisa di ambil….

    All is WELL…
    All is WELL….
    All is WELLLLLLLL…..
    ^_^

    ..
    Ha..ha..hag..
    Yang bener nih, yakiiin…?
    ..
    Kalo nonton bagian itu bikin mata berkaca-kaca.. Hiks..
    ..
    Yang penting sekarang kamu bahagia dengan apa yang dijalanin sekarang..
    Bertanggungjawab dan do the best..
    ..
    Hu..hu..hu..
    Emang punya bakat dagang nih.. 😛
    ..

  8. mandor tempe

    Benar-benar film yang bagus untuk ditonton
    Saya punya pandangan lain, memang masa-masa dimana kita dulu sekolah serasa begitu ribet dan susah sekali menanggungnya. Tapi dengan masuknya kita ke dalam sistem pendidikan itu ternyata sekarang kita tahu bahwa ada yang salah degnan sistem pendidikan kita sekarang ini. Ternyata pendidikan yang dulu kita jalani mengharuskan kita untuk memperbaikinya di masa kini, bukan mengharapkan perbaikan dari mereka-mereka yang membingungkan siswa dan orangtua siswa.

    ..
    Iya pak, pas jaman sekolah dulu cuman ngikut aja, gak berani protes2..
    Baru sekarang deh dilampiasin kritiknya..
    He..he..he..
    ..
    Makasih lho masukannya..;-)
    ..

  9. blom nontooon!!!!!
    tapi lo pernah baca buku toto-chan ga? mantap bgt tuh cara belajarnya!!!

    ..
    Belum bacaaaa..!!
    Minjem dong Fey..
    Boleh ya..ya..
    *tarik2 baju Fey*
    He..he..
    ..

  10. Sayalah salah satu korban kurikulum yg sering gonta-ganti itu.
    Waktu SMP, Saya merasa sebagai kelinci percobaan kurikulum!
    KBK = kurikulum bingung kabeh :mrgreen:

    unas itu masalah klasik yg belum ketemu titik terangnya.

    Apa lagi nilai Unas tidak bisa dijadikan modal u/ mendaftar ke perguruan tinggi.

    Pendidikan formal di negeri kita hanya mengasah hard skill (kemampuan otak)
    soft skill nya NOL
    😦

    ..
    Ha..ha..ha..
    Kasihan deh lu jadi bahan percobaan… 😀
    ..
    Iya tuh, sebenarnya nilai Unas buat apa ya..
    ..
    Jangan bilang nol dong, nanti ada yang tersinggung lho..
    Kasih 5 aja deh..
    Hi..hi.. 😀
    ..

  11. komen singkat aja ya…
    dulu ada plesetan KBK>> Kurikulum Bingung Kuabeh
    KTSP >> KaTe SiaPE?

    film itu kayaknya bagus deh… pengen nonton.. tp ada adegan gantung dirinya haduuhhh..

    ..
    Wah Mbak Nana iki piye tho, pengajar kok ikut ngolok2..
    Hi..hi..
    ..
    Adegan bunuh dirinya dramatis lho mbak..
    Ha..ha..ha..
    ..

  12. hmm.. postingan serius dan mendalam dari Ata..
    Bundo baca pelan-pelan 😀

    iya silahkan Bun

  13. pada bilang 3 idiots bagus banget ya… gua belum nonton nih…

    ..
    Bagus enggaknya relatif Mas..
    Tergantung selera.. 😀
    Tapi kekuatan film ini ada di jalan ceritanya..
    Lainnya sih biasa aja.. 🙂
    ..

  14. Nonton fil 3 idiot membuat saya berlinang air mata
    Ayo bikin film serupa yang lebih hebat

    Jadilah apa yang kau inginkan
    Asal sungguh2 dan tanggung jawab 😀

    ..
    Haduh kang Achoey ini memang lembut hatinya..
    ..
    Iya bikin yg lebih bagus tapi gak boleh meniru.. 😉
    ..
    Iya kang, bertanggungjawab dan do the best..
    Makasih kang.. 🙂
    ..

  15. paling ga suka sama penilaian yang berdasarkan nilai, kemampuan seseorang ga bisa sekedar dinilai dari 1-10/A-Z/ada tidaknya ijasah, manusia itukan mahluk yang berkembang dan terkadang mereka yang pintar tapi ga mampu bersekolah sampai tinggi harus dipadang sebelah mata, tapi sayangnya dimana-mana semua menilai seseorang dari nilai ijasahnya, tingkatan pendidikannya, rasanya ga adil 😦
    kalau begitu film ini harus ditonton untuk semua orang, usia, golongan

    ..
    Wah ok punya pemikiran yang sama kayak aku nih.. 😉
    *tos dulu*
    Karena bingung mau ngungkapin uneg-uneg ya akhirnya di tulis diblog aja.. 😉
    ..

  16. blum pernah nonton 3 idiots. Mang bagus ya Ta? Kurikulumku dulu, yang masih kuingat cuma CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif yang jadi dipelesetin Catat Buku Sampe Abis).. kurikulum yang lain ga tau dan ga perhatikan.. yang penting kalo ulangan, ngerti ajaa..

    Tapi pas adekku yang sekolah udah mulai sistem sks deh kayanya.. dan tidak ada sistem rangking.. hmm.. kalo ga ada rangking itu buat aku yang susah, karena jadinya motivasinya kurang deh.. 😀

    Nice posting Atta..

    ..
    Kekuatan 3 idiot itu di ide ceritanya, selain itu banyak pesan-pesan moral yang disampaikan disitu..
    ..
    Aku juga inget tuh kurikulum cbsa.. 🙂
    Dulu juga diwajibkan beli buku2 cbsa.. Sebel.. 😦
    ..
    Ha..ha..
    Berarti Clara mentingin nilai dong.. 😀
    Belajar itu untuk bisa dan mengerti, bukan untuk bersaing dengan orang lain..
    Sekolah bukan tempat perlombaan kan..?
    😉
    ..

    • Memang bukan.. tapi aku orangnya perlu dimotivasi baru pengen bisa.. jadi karena ada sistem rangking itu, aku berjuang buat ngerti.. dan untungnya bisa mengerti.. itu namanya pinter2 siasatin diri sendiri 🙂

  17. Sebenernya ada 4 idiot…
    Yang keempat lagi manyun…

    Pilem ini ga banyak goyangnya ah, ga rame 😀 😀 😀

    Ata merintis karier jadi mendiknas aja daripada ngedumel di blog… mumpung cpns kemendiknas lagi buka 😛

    ..
    Ha..ha..ha..
    Baru tau ada idiot ke-4..
    Tp kok manyun, kenapa ya..?
    ..
    Huu.. Sukanya yg goyang, nonton dangdut aja buk.. 😛
    ..
    Biar yg berkompeten aja, aku kan cuman orang desa yg bodoh..
    ..

  18. DAh lihat filmnya, cuman ga nonton ampe selesai ( pernah ditayangkan TV swasta), tapi sekilas emang bagus bangett.

    ..
    Kok nontonya gak ampek selesei..?
    Sayang dong..
    Iya, film-nya lumayan bagus.. 😉
    ..

  19. hmm.. jadi penasaran nih ama pantatnya, eh..pilmnya maksud gue hehehehe…

    btw, gue setuju ama kritikannya. Ini masalah generasi muda bangsa. Jadi pemerintah emang harus lebih concern lagi 🙂

    ..
    Ha..ha..ha..
    Kalimat yang pertama jujur kayaknya.. 😀
    ..
    Iya buk, generasi muda adalah calon penerus bangsa, jadi wajib di didik dengan benar.. 😉
    ..

  20. saya suka dengan postingan ini!

    Two tumb dech!

    Kondisinya memang seperti ini di negara kita ini da yang saya temukan juga saat kita melamar kerja, mereka melihat ijazah (memang sih terkadang mempengaruhi) tapi realistis saja, seorng yang nilainya cumvlaude dari sebuh PT terkenal n terbaik blm tentu dia bisa bekerja lbh baik….

    Cara penilaian perusahaan PMA di Bali kebanyakan membuat saya tersenyum dan bernafas legah, karena mereka mencari seorang yg bisa bekerja dan mau maju bukan berijazah dan bernilai bagus…

  21. pendidikan terkadang dari sisi mana kita melihat 😀

  22. wah, diatas sudah dibahas tuntas+serius, jadi nambahi sedikit saja yang agak ngawur…. “Di indonesia biasanya setiap ganti pimpinan ganti pula peraturannya, jadi yang pusing murid+wali muridnya… 😀 ”
    Salam

  23. nah, Ata ibu2 udah mulai resah kalau udah mendekati semesteran begini,
    krn UN sudah makin dekat, ibu2 udah mulai pada senewen kalau anak masih nyantai belum seirus belajarnya

    kapan ya UN ditiadakan?

  24. Kenapa pakai judul “Kurikulum manusia pantat?”
    pantat. . Hehe hh

  25. sepakat dgnmu Mas Ata, pendidikan sekarang kok ya sering berubah2 sesuai dgn selera pejabatnya ya ?
    hanya krn sang pejabat ingin ”tegak bendera’ sampai gak peduli lagi dgn para murid yg banyak bingungnya, apalagi ketika giliran UAN tiba 😦

    kita hanya bisa berharap, satu saat ada sekolah yg mampu menciptakan murid2 yang bisa membuka lapangan kerja baru, bukan melulu hanya mencari kerja setelah lulus
    salam

  26. All is well.. suka sekali dengan kata” itu hehe…
    suka juga dengan pilem nya… ^_^

    nah ngomong” tentang pendidikan…
    yang saat ini lebih mementingkan bidang eksakta daripada memupuk humanisme dalam diri siswanya…
    nggak salah dah klo para siswa sekarang ini menghalakan segala cara untuk mendapatkan nilai yang sebagus”nya…

    gag peduli nyontek… gag peduli sogok menyogok.. suap menyuap… yg penting nilai bagus. miris…

    kalau sudah begitu siapa yang harus disalahakan?
    dan apa yang harus di benahi terlebih dahulu??
    lembaga pendidikan yang memaksa para siswa untuk mencapai nilai tinggi, atau siswa yg terpaksa melakukan hal apapun demi mencapai nilai tinggi?
    ah pusing…

    Alangkah lucunya negeri ini…

  27. aku suka bener bener film ini. 😀
    keren

  28. Hmmm… apakah ini salah satu gerakan penentang Ujian Nasional? Kalo iya, ngapain sih protes2… sudahlah, ikuti aja apa kata pemerintah. Siswa dan guru2 yang protes akan UN itu kesannya mereka takut sebelum bertempur. Kalo memang yakin, kenapa tidak hadapi aja itu UN? 😐

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: