Jalan-jalan keliling Batam..

Sebelumnya aku mau perkenalkan dulu, penulis tamu yang ke dua di SS..
Siapa Dia..? .. eng..ing…eng…!!!
Lady Clara Croft
..
Harusnya tulisan ini dipublish sebelum lebaran, tapi karena satu dan lain hal jadi tertunda..
Aku beberapa kali musti mampir ke tukang pijet, maklum betis kaku-kaku minta di urut..
mungkin kecape’an waktu nggenjot becak, biasalah mau lebaran jadi kejar setoran gitu deh.. hi..hi.. 🙂
tukang becak kan gak dapet THR.. 🙂 wakakakaka….
Oh iya buat yang belom lebaran sama aku, mohon maaf lahir bathin ya..

Bah..!! mau memperkenalkan Clara kok malah ngelantur ya.. *pukul kepala*
Sebenarnya sama Clara baru-baru aja kenal sih..
kenapa cepet akrab..?
Karena eh.. karena, kita sama-sama suka traveling ato backpackeran..
Tentang pribadinya sih belom banyak tau. Sebenernya sudah ngintip info FB-Clara..
tapi isinya cuman : penyuka Beatles, Iwan Fals, Judika sama Oprah winfrey.. 🙄
wakakakaka….

Seperti penulis tamu sebelumnya Bu Tutinonka, kali ini pun aku sempetin bikin sketsa..
ini dia LADY CLARA SIHOTANG..


di bawah ini adalah tulisan Clara, diselingin kalimat-kalimat ge je khas Ata hi..hi..hi…
**************************************************************************************

JALAN-JALAN KELILING BATAM
Kali ini aku mau cerita sedikit tentang Batam, kota yang kelihatannya cukup lama ditinggali Ata ya? 😀
# sebenarnya gak lama kok, dulu aku tinggal sama paman di Duta Mas Batam center..
yang lebih lama malah tinggal di Lagoi pulau Bintan, soalnya jadi koki di sebuah hotel Bintan resort..   🙂 – AtA-

Mau apa kalo pergi ke Batam? Jujur ketika nama Batam disebut, awalnya aku hanya bisa membayangkan HP-HP BM dan fery menuju Singapura.. 😀
Bayanganku tentang Batam mulai berkembang dan menjadi makin jelas ketika browsing2 di internet, dan ketika awal April yang lalu aku bisa langsung berjalan-jalan mengeksplor tempat wisatanya..
Satu hal yang akhirnya kusadari: Batam ternyata asik punya. Banyak tempat-tempat wisata yang bisa dikunjungi di sana..
Tidak heran Pemerintah Kota dan warga Batam sendiri sangat optimis untuk menjadikan Batam sebagai Daerah Tujuan Wisata lokal dan mancanegara.
Oke.. mulai yuk jalan-jalannya..

Mejeng di tengah runway bandara Hang Nadim dengan Pesawat Socata TBM-700 N868AT
Aku datang ke Batam melalui bandara Hang Nadim, saat itu aku dijemput oleh rekan satu kantor di BMKG, dan sekaligus pelesir bisa maen-maen ke dalam runway bandara dan melihat bandara dengan runway terpanjang di Indonesia ini. Bandara Hang Nadim adalah bandara udara internasional kota Batam, dengan jumlah penerbangan mencapai 250 kali per minggu dan landasan pacu sepanjang 4040 meter.. waww..
# buat maen bola asik kali ya… luas soalnya… hi..hi..hi… -AtA-

Jika suka berbelanja barang, terutama belanja gadget dengan harga yang miring-miring, boleh pergi ke Nagoya Hill dan Lucky Plaza di tengah kota Batam. Di sana kabarnya tersebar aneka produk-produk berharga miring yang dibeli dari Singapura itu..
Ya, hubungan Batam dengan Singapura tampaknya cukup erat dengan adanya rute fery penghubung 2 negara (Indonesia-Singapura). Banyak orang Indonesia yang pergi berbelanja gadget ke Singapura, atau sebaliknya orang Singapura pergi berbelanja garmen ke Batam.

Jika tidak suka berbelanja dan lebih suka berekreasi, kita bisa berjalan-jalan ke tempat wisata Ocarina, di kawasan komplek perumahan mewah COASTARINA Batam yang dibuat untuk menyamai kelasnya Ancol.. Ocarina berada di lahan seluas 40 hektar di tepian Teluk Kering, dan komplek perumahan Coastarina..
Dalam perencanaannya kawasan ini akan memiliki 30 jenis wisata yang ditawarkan kepada pengunjung. Meski sekarang ini pengerjaannya sendiri masih belum rampung sepenuhnya, namun kelak kawasan Coastarina akan memiliki Ancol, Waterboom dan Giant Wheel, seluruhnya dalam satu lokasi. Selain itu juga disediakan ruang bermain terbuka bagi anak-anak, pantai berpasir, food court, restoran ala Jimbaran, karaoke di atas laut, dan tempat konser menghadap laut. Menarik kan?
Jika malam hari tiba, kita bisa jalan-jalan ke daerah pebukitan Batam dan duduk-duduk di wilayah Bukit Senyum.
# konon kabarnya di Bukit Senyum kalo malam tempat mangkal Kupu-kupu malam lho.. hua..hua.. -AtA-
Dari kawasan Bukit Senyum, kita bisa melihat kerlap-kerlip kota Batam di malam hari dan dari kejauhan kerlap-kerlip negara tetangga Singapura sambil makan rujak yang pedas dan jagung goreng yang hangat-hangat empuk.. hmm.. yummy.. dan dari kejauhan tampillah pemandangan Masjid Agung Batam yang indah dengan lampu-lampunya yang sangat cantik itu..

Masjid Agung Batam yang cantik, di malam hari yang sejuk..

Jalan-jalan lagi lebih jauh sedikit dari pusat kota Batam, kita bisa mengunjungi Jembatan Barelang yang menjadi ikon kota Batam. Jembatan Barelang adalah rangkaian jembatan yang menghubungkan pulau Batam dengan pulau-pulau lain di sekitarnya, di antaranya adalah pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang, dan Pulau Galang Baru. Rangkaian jembatan Barelang yang menghubungkan pulau-pulau di Kepulauan Riau ini terdiri dari rakaian 6 jembatan, dengan jembatan pertama, Jembatan Tengku Fisabilillah, tampil besar dan cantik layaknya Golden Gate-nya San Fransisco..

Golden Gate pindah ke Indonesia??


Jembatan ini seringkali juga dikenal dengan panggilan “Jembatan Habibie”, karena berdirinya jembatan ini diprakarsai oleh Pak BJ Habibie dalam misi menjadikan Batam Kota Perdagangan dan Industri.

Nah, masih ingin jalan-jalan lagi? Kali ini ikut aja lagi menyisiri ujung-ujungnya jembatan Barelang dan mampir ke sebuah pulau yang bernama Pulau Galang untuk menengok eks camp para pengungsi Vietnam yang pernah ada di Batam. Nama wilayahnya: Camp Vietnam. Camp ini merupakan rumah bagi ribuan manusia yang mengungsi saat Vietnam mengalami perang saudara dan akhirnya terpecah dua, Vietnam Utara dan Vietnam Selatan.

Camp Vietnam, Pulau Galang, Kepulauan Riau


Saat itu ibu kota Vietnam Selatan, Saigon, direbut oleh Vietnam Utara dan memicu kembali perang saudara. Di saat Vietnam Utara (Vietcong) menguasai seluruh Vietnam, ribuan eksodus Vietnam Selatan terpaksa mengungsi ke Filipina, Singapura dan juga Indonesia, di sebagian Kepulauan Riau, dengan menggunakan perahu, berdesak-desakan mengarungi Laut Cina Selatan.

Selama mengarungi lautan, ada kapal yang karam atau kehabisan bahan bakar, ada yang dirampok dan dirusak bajak laut, dan yang berhasil selamat ahirnya mendarat di pulau-pulau kecil milik negara lain, setelah melihat beberapa rekannya sendiri meninggal karena kelaparan, atau sakit di dalam kapal (sumber: wikipedia).

Sisa-sisa Pengungsi Camp Vietnam, Pulau Galang, Kepulauan Riau


Mereka yang selamat hidup di pengungsian, salah satunya di Pulau Galang. Saat itu Pulau Galang akhirnya disepakati sebagai tempat penampungan sementara bagi para pengungsi Vietnam tersebut. UNHCR dan Pemerintah Indonesia (di bawah Pak Harto) membangun berbagai fasilitas, seperti barak pengungsian, tempat ibadah, rumah sakit, dan sekolah, yang digunakan untuk memfasilitasi sekitar 250 ribu pengungsi. Di dalam museum kami melihat seribu wajah orang Vietnam yang dulu sempat tinggal dan hidup di camp ini, lengkap dengan nama-nama mereka..

Di kawasan sekitar camp, kami bisa melihat sisa-sisa fasilitas camp yang sekarang makin tua, salah satunya adalah gereja Katholik Nha Tho Duc Me Vo Nhiem, atau Immaculate Conception Mary Church. Kalo ga salah menterjemahkan, gereja ini bernama Gereja Perawan Suci Maria. Gereja putih berlonceng ini sering digunakan oleh orang-orang Vietnam jaman dulu untuk melakukan ritual-ritual keagamaan..

Gereja Katholik Nha Tho Duc Me Vo Nhiem, Camp Vietnam, Pulau Galang, Kepulauan Riau


Sekarang ini gerejanya sendiri dalam kondisi terpelihara, namun tanpa renovasi. Bagian dalam gereja terlihat bersih, bunga-bunga diganti, altar dalam kondisi siap pakai, tapi kelihatannya belum ada dana cukup untuk memperbaiki bagian-bagian gereja yang rusak atau mulai rusak.

Di sebelah gereja, kita bisa melihat juga sebuah kuil yang bernama Sakyamuni Sinam Galangkyvientu. Dulunya juga dipakai oleh orang Vietnam untuk berdoa. Kalo ga salah memang mayoritas agama penduduk Vietnam adalah Buddha. Di luar kuil kami melihat sebuah patung Buddha yang sedang tidur..

Patung Buddha Tidur di Kuil Sakyamuni Sinam Galangkyvientu Camp Vietnam, Pulau Galang, Kepulauan Riau


Puas berkeliling Camp Vietnam, kita bisa bergerak sedikit ke arah pagoda Dewi Kwan Im, bernama Pagoda Quan Am Tu. Di bagian teras pagoda terlihat sebuah patung Dewi Quan Im yang sangat besar. Kelihatannya pagoda ini didedikasikan bagi beliau, sang dewi cantik yang baik hati..
Pagoda ini kondisinya jauh lebih terawat, dengan hio-hio yang masih menyala di bagian dalam ruangannya. Dari jauh kelihatan lautan lepas, dan mobil yang kebetulan lewat di jalan raya Pulau Galang.

Masih banyak tempat wisata lain di sekitar kota Batam yang bisa kita kunjungi, beberapa di antaranya Tanjung Uma dengan matahari terbenamnya, Pantai Nongsa, Pantai Melur, Tanjung Pinang di Pulau Bintan,
# Pulau Bintan itu wajib, keren lho pantai-pantai di sana.. terutama Lagoi.. -AtA-
dan Patung Dewi Kwan Im berwarna putih setinggi 23 meter di salah satu resort kawasan Tanjung Pinggir yang tidak sempat kukunjungi saat itu. Semoga lain kali kalo ke Batam lagi, bisa jalan-jalan ke sana..
Yang jelas, benar-benar puas bisa jalan-jalan di Batam, penuh cerita, penuh wisata..

Yuk, jalan-jalan ke Batam.. 😀

ps: makasih Clara udah mau jadi tamu di SS, semoga enggak kapok.. 🙂


Iklan
Categories: tRip | 50 Komentar

Navigasi pos

50 thoughts on “Jalan-jalan keliling Batam..

  1. Halo Atta.. thanks ya udah mengundang buat nulis tentang perjalanan Batam kemaren.. masih tersisa keindahan tempat2 uniknya..

    tapi.. baru sadar kalo kemaren kami mangkal di Bukit Senyum mungkin suatu kesalahan.. aaahhhhh.. masa sih Ta di sana tempatnya kupu2 malam mangkal? Mana kami ke sana kemaren 1 cowo dan 4 cewe!! Apa kata duniaaa… (kaget.com)

    Dari facebook ga ketahuan Ta aslinya, lebih jelas dari tulisan2 di blog deh.. makanya aku senang baca tulisan orang dari awal sampai akhir.. karena kita bisa sedikit kenal kepribadiannya..

    Batam asik dehh.. pengen ke sana lagi, dan kalo berhasil, pengen ke Bintan.. kemaren mestinya ke sana tapi batal.. mungkin belum rejeki..

    Ahh.. sketsanya jadi.. akhirnya dari foto yang itu ya? 😀 terima kasih ya..

    Btw, becak yang kemaren kamu pinjam buat kejar setoran, kembalikan dong Ta.. aku kan juga perlu cari makan.. xixixi

    ..
    Halo juga Clara, my pleasure..
    Aku juga seneng Clara mau menuliskan kembali perjalanannya di Batam..
    Mengingatkanku memory indah disana.. 🙂
    ..
    Ha..ha..ha.. Di batam emang banyak tempat2 lampu merah, secara prostitusi dan perjudian bebas disana..
    ..
    Oke deh nanti aku baca2 postingan Clara yg lama2, musti nyiapin banyak waktu nih..
    Postingannya kan udah seabreg gitu..
    🙄
    ..
    Pulau bintan itu wajib dikunjungi, banyak peninggalan sejarah kerajaan melayu disana, pantainya juga bagus dan alami terutama di lagoi..
    Wisata kulinernya juga enak2.. 😉
    ..
    Itu sketsanya hasil ngintip dari foto di Fb Clara..
    He..he..
    ..
    Weleh..tukang becak juga rupanya.. 😀
    ..

  2. Usup Supriyadi

    eloknya

  3. njalan2 terus, foto2 terus!! wenaaaak…

    salam hangat dari Mbah ya…

  4. kayaknya baru aja baca ceritanya Clara jalan2 ke Bromo, ini kok malah udah sampai Batam…

    enaknya jalan-jalan …….

    ..
    Mumpung belum menikah Buk, jadi dipuasin jalan2.. 😀
    Kalo udah punya anak kan repot.. Hi..hi..
    ..
    Benar begitu jeung Clara..?
    ..

    • Yang Bromo itu Agustus Bunda, yang Batam itu Maret.. jadi udah agak lama.. tapi baru nongol sekarang tulisannya..

      Bener Atta.. mumpung belum ada buntutnya..

      • iya, jaman dulu waktu masih sendiri harga tiket muahal banget,

        sekarang biarpun tiket udah jauh lebih murah musti mikir2 dulu, buntut yang dua itu pengen ngikut juga…..jadi… muahalnya ya teteeup…….

  5. Hai Clara, salam kenal…
    Awas, hati2 sama yg punya rumah, dia suka jahil lho…hehe…

    Wuahhh…perjalanannya menyenangkan sekali. Pulau Galang itu tempat lahirnya Galang Rambu Anarki ya? Trus camp Vietnam itu skrg dijadiin musium? Wah…..keren juga…

    Btw, foto masjidnya keren sangaaaatttt….

    Ngomong2 tentang Batam, jam tangan yg kupakai ini (yg mana Tik??) oleh2 dari Batam. Gk peduli harganya berapa yg penting oleh2 dr Batam. Hihi…..

    ..
    Kalo Yustha a.k.a Titik orangnya rame kayak petasan sumbu.. Weks.. 😛
    ..

    • Hai Yustha.. salam kenal juga 🙂 Memang jahil tuh, becak saya aja ga dikembalikan..

      Apa Galang Rambu Anarki lahir di Pulau Galang? Mari kita tanya Bung Iwan Falls.. (no idea Yustha)

      Kalo camp Vietnam jadi museum, itu bener..

      Iya keren sangat masjidnya kalo malam.. 🙂

      Kaya petasan banting ya Tha? Hmm.. cocok kita ajak jalan2 pas malam takbiran tuh.. xixi

  6. patung budha tidur sangat menarik, biasanya nemu patung yang lagi duduk bersila atau berdiri 😀

    ..
    Kata Bunda Ly, di Thailand juga ada lho..
    ..

  7. Jalan-jalannya asyik banget, Cla … *ngiri.com*

    Saya pernah lihat konstruksi jembatan Barelang (dalam film maksudnya), dibahas dalam salah satu mata kuliah. Makanya kalau ada rejeki ke Batam, yang pertama pengin saya kunjungi adalah jembatan Barelang.

    Bekas kamp pengungsi Vietnam itu juga menarik untuk dikunjungi. Pastinya disana tertinggal kisah pilu manusia-manusia yang terbuang dari tanah airnya karena kekejaman perang, lalu terapung-apung sekian lama di laut lepas dalam perahu-perahu kecil yang sarat muatan … sungguh memilukan 😦

    Desain Masjid Raya Batam itu yang pernah mengilhami Clara waktu bikin tugas kuliah ya? 🙂

    @ Ata : kapan mulai nggenjot becak lagi? Aku mau nyarter nih … 😀

    ..
    Gak usah ngiri Bu Tuti, kalo ada waktu kan tinggal berangkat bareng Pak Mahyudin..
    Sekalian ke Tanjung Pinang..
    ..
    Wah rejeki nomplok nih.. borongan ya Buk, bayarnya per-jam.. 😉
    ..

    • Wuihh.. jadi bu Tuti belum ke sana? Tapi MAM pasti udah ke sana ya? Soalnya saya pernah main ke Wisata Melayu dan situs itu lengkap sekali.. kerenn..

      Iya Bu, jembatannya memang icon Batam dan dibuat sangat keren.. ada 6 jembatan, tapi yang paling bagus jembatan yang pertama yang mirip Golden Gate itu..

      Orang2 di camp Vietnam itu, ada yang mati di sana, ada yang punya anak di sana, ada yang menikah di sana.. tapi saat konflik hampir berakhir dan beberapa manusia perahu harus dikembalikan ke Vietnam, beberapa dari mereka memilih lebih baik bunuh diri..

      Bener Bu.. masjidnya yang jadi ilham waktu ngerjain SPA pas kuliah..

    • Per jam kelamaan Ata, gimana kalau per genjotan aja? 😀

      Sketsa Clara bagus sekali. Mirip dengan aslinya. Cantiknya dapet, kurusnya dapet … (hihi … gemukin dikit dong Cla, biar sekseh … 😀 )

      • Iya Bu.. sekarang sampai akhir tahun saya masih stres dan kurus..

        Mulai tahun depan, saya masuk program penggemukan 🙂

  8. ada yang ngaku GeJe, xixi
    salam buat mba Clara

    ..
    Biar gj yg penting kan baik hatinya..
    He..he..
    ..

  9. wah, senangnya bisa jalan2 ya Mbak Clara, sekalian mengeksplore daerah2 wisata di negeri kita.
    Itu mesjidnya bagus banget, mudah2an jamaahnya juga banyak ya ,amin 🙂

    kapan ya bunda dibikinin sketsa wajah yg kayak gitu?
    harus kirim tulisan kesini dulu ya Mas Ata …hehhehehe… 😀 😀
    salam

    ..
    Kalo ngirim tulisan, dijamin sketsanya cepet jadi Bunda.. 😉
    ..

    • Iya Bunda.. saya juga jadi sadar.. kenapa dulu saya kasi judul blog saya: What A Wonderful Life, ternyata karena isinya bakalan banyak tentang jalan2nya.. hehe.. (dulu di Kalimantan, jalan-jalan kan susah Bunda, harus 2 kali pesawat ke luar Jawa)

      Mestinya banyak Bunda.. masjidnya di pusat kota.. jadi seperti Istiqlal di Jakarta gitu..

  10. patung budha tidur, pernah bunda lihat dgn ukuran raksasa di bangkok Mas Ata.
    salam

    ..
    Wah..pasti keren ya Bun..
    ..

    • Iya Bunda.. saya pernah baca juga.. tapi yang di Thailand yang berwarna emas ya kalo ga salah? Kalo yang di Batam kan pucet, putih gitu..

      Hebat Bunda udah pernah ke Bangkok? Saya belum kesampaian ke sana..

      • bener Clara warnanya keemasan gitu……
        lho khan bunda gratisan kesana nya …..hehehe….tuntutan pekerjaan alias biaya dinas.hehehhe … 🙂
        kalau bayar sendiri sih, waahhh,gak mungkin deh bisa sampai sana……… 🙂
        salam

  11. Pingin ke Batam. .
    Tapi ke semeru aja blum kesampaian :mrgreen:

    ..
    Ke bromo aja belum.. He..he..
    ..

  12. itu jembatan Barelang ya mas…
    hmmm..jadi ingat 2 tahun yang lalu, saya ke sana sama teman2…
    salam kenal…

    ..
    Yup benar, itu barelang..
    ..
    Salam kenal juga..
    ..

  13. gadis_tropi

    mampir kilat!
    (lagi curi2 di lab)

    edun, sketsamu bagus sekali nak 😮
    miriipppp…

    ..
    Ha..ha..ha..
    Jangan kilat dong, yang lama dikit dong.. 🙂
    ..

  14. Hwaw… bintang tamu di blognya Ata cantik-cantik, ya… ^_^
    Salam kenal, Clara… Suka banget liat dua foto pertama, kereeennn…
    Dari dulu pengen banget ke Batam, soalnya sobatku tinggal di sana. Dia sih promosinya wisata kuliner 🙂
    Tapi tulisan ini mw disimpan, biar pas ke sana aku bisa nodong dia buat nganter2in, hehe… 😛

    Ataw Ata mw nganterin ke sana pake becak? *ngantri nyarter di belakang Bunda Tuti* 😀

    ..
    Iya dong cantik2, kalo si empunya ganteng.. 😛
    ..
    Ok boleh aja ntar kalo aku capek nggowes, gantian ya.. 😛
    ..

    • Asik tuh.. kalo ada teman apalagi.. soalnya Barelang lumayan jauh.. kemaren kami juga wisata kuliner.. makanan di sana lumayan unik2 juga..

      Naek becak berdua bu Tuti aja.. Atta kuat kog genjotnya.. 😀

  15. wah saya juga senang jalan2,tapi kok jarang jalan ya? hehehehe 😛

    salam buat clara yg manis 🙂

  16. ditempat atta ada penulis tamu juga??

    bentar..backpakeraaan??
    hwaaaa..kita samaaa **tosssssss! he he

    tapi belum nyampe batam neeh kaki aku,maenannya masih kitaran pulau ajwa,paling jau bali 😀

    seru juga liat kota batam dari reportnya cLara,makasi yaa claraa 🙂

    atta…,

    jadi yang nuLis disini dibuatin sketsa yaaa he he..

  17. Backpackeran.. yup bener banget.. tossss juga ya Wi3nd.. saya malah belum ke Bali 😦

  18. wah..senengnya mbak clara bisa keliling2 gitu..

    jadi pengen.. 🙂

  19. wahhh keren lady clara jalan2 teros
    ata aku mau ngucapin selamat iedul fitri nih mohon maaf lahir dan batin

    eh tau gak lagu bang haji yang baru kan judulnya ATA

    ata ata ata

    *kabooooooooooooooooooooor* :p

  20. Reportase yang komplit dan menarik.
    Jika tidak keberatan Saya undang Clara untuk menulis reportase wisata di Blog Plesiran, please.

    Terima kasih
    salam hangat

  21. Uhoo~~ Uhoo~~ Hmm, Batam. Pernah nonton acara tipi yg jalan-jalan gitu, pas ke Batam. Pantainya indah-indah *mata belo* Apalagi pantai di Pulau Nipah, ngalah-ngalahin di Hawaii ya katanya *maklum belon pernah kesana* Deq mengucapkan minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. #EidMubarak

    • Pulau Nipah.. belum pernah juga, karena agak jauh ke sananya.. kata teman itu pulau dekat perbatasan negara (dengan Singapura), nanti kapan2 kalo balik lagi deh 🙂

  22. makin canggih aja neg bro gambar sketsanya… pengen donk digambar kayak gitu hehe…
    batam ternyata makin cantik dan makin modern aje…

  23. Senangnya baca tulisanmu ini….saya sendiri belum pernah ke Batam…pengin euy, kapan ya?

    Tapi senang baca tulisan Clara, mengingatkan ntar mesti di print jika sewaktu-waktu sempat mengunjungi Batam

  24. Sebagai orang Riau, terus terang saya malu untuk mengakui kalau belum sekalipun menginjakkan kaki di pulau itu. Padahal, mau dari Dumai ataupun Pekanbaru, sangat mudah untuk mencapainya.

    Senang baca tulisan Clara ini… 🙂

  25. Gak tahu kapan aku bisa jalan2 di Batam. Liat foto2nya keknya banyak tempat wisata disana, jadi ngiler juga liat backpacker sejati 😎
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  26. Seneng rasanya 2 tahun hidup di Batam, btw ane juga punya artikel tentang Batam, hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: