SENYUM angin lembah

dsc00051

nyanyian angin lembah menghibur hatiku yang sedang resah
duduk termangu dilereng tebing yang menurun kebawah
batu-batu besar mencuat dari semak dan tumbuhan liar
didasar lembah sana ada sungai mengalir
suara riak derasnya dapat terdengar sampai sini..
air jernihnya berkilau memantulkan sinar matahari pagi..

aliran sungai itu berasal dari sebuah waduk
yang konon cerita dibangun oleh seorang begawan
pada jaman kerajaan kediri
disekitar waduk itu banyak berdiri warung kecil
yang menjual pisang goreng hangat, teh dan kopi panas
gerak kehidupan disini terasa lambat seolah tak bergerak
patuh pada kesunyian dan keheningan yang bisu

suasananya begitu damai
sebuah keindahan yang belum terjamah
kejujuran penduduknya gak perlu disangsikan
seirama sejuknya oksigen murni dari lereng gunung kelud

hutan pinus memutari lembah dengan rapat
seperti benteng hijau yang menyembunyikan surga kecil dari dunia luar

aku sudah terlalu sering mengunjungi lembah ini
diwaktu matahari mulai mengintip dari puncak bukit atau
saat mentari mulai sembunyi diantara pucuk-pucuk cemara di ufuk barat
sehingga jalan setapak yang melingkari waduk menuju lembah
sudah tak asing lagi bagiku

meski berulang kali melihatnya tetap saja lembah ini mempesonaku
puncak-puncak gunung di kejauhan sana terlihat kelabu gelap
bahkan dibawah sinar matahari sekalipun
tebing-tebing curam disisi timur menjulang tak beraturan
dan dimahkotai pohon pinus dan cemara gunung yang hijau

desau lirih angin lembah kembali berhembus
membawa sejuk dan aroma pohon cemara
burung-burung pipit terbang rendah diatas aliran sungai
sementara seekor elang jawa terbang tinggi mengincar mereka

awan-awan kumulus yang tipis masih mengelilingi langit
seolah mengancam akan menutupi langit sekehendaknya
tapi aku tetap duduk tenang disini di batu besar zaman megaliticum
tak sekalipun khawatir
karena untuk sementara ini matahari bersinar cerah dilangit timur yang biru

” hatiku, kenapa kau kelihatan bersedih pagi ini ? ”

” mengapa ? ada apa denganmu, hatiku ? ”

” hiruplah aroma segar pohon cemara ini,
dengarkan kicauan burung-burung dan gemericik air sungai “,

” rasakan hangatnya sinar mentari dan indahnya panorama hijau itu ”

pernah satu kali ku bertanya pada TUHAN
kenapa sakit itu ditimpakan padamu, hatiku
tarikan nafas paru-parumu tak pernah normal
mengikuti kata hatimu yang jernih
ah sudahlah aku tak mau bertanya lagi..

aku ingin kau tetap disini hatiku
menemani ragaku
terSENYUMlah hatiku, balas SENYUM angin lembah itu
ini adalah tanah kelahiranku dan anggaplah keindahan ini milikmu juga..

.

.

.

sunrise di waduk siman, diambil dengan kamera hp SE k530i tanpa editing
30 maret 09, 05:20 wib

Categories: iNspirAsi | 21 Komentar

Navigasi pos

21 thoughts on “SENYUM angin lembah

  1. wow foto pake HP dan tanpa editing udah sebagus ini…
    indah!

    sambil terSENYUM aku memandangi foto dan menikmati rawianmu

    KAMPAI!

    EM

    kebetulan aja bagus mbak, momen dan cahayanya juga pas mendukung😛

    rawian = rangkaian tulisan
    KAMPAI = cheers [bhs, jepang]

    hehe.. baru tau setelah konfirmasi sama Emi chan 😛

    – waraimashou – 😛 artinya mari tertawa,
    kata Emi chan jarang dipakai kata mari tersenyum, ribet deh bahasa jepang🙄

  2. waaaaaahhhh septa lg gelisah ya..???
    makanya kalo mo ke tempat itu lagi ajakin kita²..biar rame, biar gaduh..pecahkan saja gelasnya..hehehe *AADC*

    gmn kabar bunda septa dan semuanya????

    salam,

    iya sob, kapan2 kita ke lembah rame2 ya…

    bunda alhamdulillah sehat.. thanks sob 🙂

  3. Indah nian Mas Septa Fotonya!

    Salam aja dech!

    thanks mas Aden.. 😛

  4. I believe that every part of our life is a step to higher place that makes us valuable than other creatures in this world.
    Sometime the part is sad and sometime is happy.
    But if we could watch form the right angle we could still reach for a beautifull moment. May be ur step is a hard step, but u must still believe that ur hard step this time is for reaching the highest place where the air is so breeze, where u can see the beautiful scenery, then u can have a deep breathe, where u can feel so free and Thank to God that u have passed every stairs with all ur power.

  5. That is a sweet picture of a sweet place.

  6. Ah lebay..lu ^________^ V but ..sometimes a man/a boy need it..mellow….^_______^V

    hehehe.. jadi saya melow yah 🙂

  7. Kalo septa sudah mencapai anak tangga yang kesekiian dari kehidupan ini maka jangan lagi melihat bawah dan ingin menyerah, tapi lihatlah puncak. Lihatlah betapa bahagianya mereka yang berhasil melewati anak tangga yang sekarang kamu tempuh.Lihatlah betapa bahagianya mereka memandang indahnya pemandangan dari puncak yang akan septa raih juga.

    Well eniwey jadi nenek2 deh kalo kasih nasehat gini. Padahal aku juga masih harus belajar banyak.
    🙂 🙂 🙂

    okey aku gak akan menyerah dan terus ter SENYUM..
    thanks so much.. 😛

  8. huwaa..pic e bagus baget maz..dmna tu??mirip ngebel….hehe
    keep smile🙂🙂

    itu picnya di waduk deket rumahku kok..
    taunya ngebel doang nih hehehe…😛

  9. learn2luv

    wiw..nice poem n view, jd terbawa kmn githu..hehehe..bnr2 bkn senyum deh..🙂🙂🙂

    -saraj tidak sendiri-

    thanks Sarah, syukur deh bisa bikin sarah SENYUM🙂

  10. ayawjeweltz

    Lho… semua pada ngomentari poto itu…

    potony emang bagus, tapi kok kesannya seramm ya bagi saya?? kesannya sya lagi sndirian dan ketakutan… kenapa ga ngambil potonya pas pagi aja.. kan keliatannya jadi lebigh cerah dan semngat…

    dulu, dosen psikologi saya pernah kasih 2 gambar pemandangan itam putih, trus suruh tebak itu pagi ato senja? sebagian kelas jawab pagi, sebagian lagi jawab senja…
    kta dosn saya yng jwb pagi berarti lagi semangat, klo yang jwb senja berarti lagi mikirin suatu masalah yang belom selesai.

    Lhaaa… waktu itu ya jawabnya malem!! karena saya ketiduran pas kuliah!!!

    (*kok jadi curhat????*)

    Ayaaawwww !!!! itu photonya pagi lho..
    kan udah ada keterangannya di bawah tuh..

  11. Hhhmmmm…Aku juga merasakan keindahan waduk ini…

    Keren…..

    Namun kenapa harus bersedih hati Mas.,…Ayo semangat OK….

    emmm enggak sedih kok mas, cuman lagi resah aja… 🙂

  12. Itmam

    aku ikut tersenyum menatap keindahannya🙂

    makasih SENYUMNYA hehehe😛

  13. Waduk Siman itu dimana? Fotonya bagus banget….memang membuat orang yang pandai membuat puisi tersentuh, dan keluarlah rangkaian puisimu….

    waduk siman itu deket desaku Bunda, dilereng timur laut gunung kelud..
    di perbatasan kabupaten malang dengan kab. kediri..

    ini cuman rangkaian kata kok, bukan puisi😛

  14. Harsa

    wow what a view,Sep….cool…..Subhanallah

    Sep, tersenyumlah sobat….mungkin gantian sekarang saya yang harus menghibur Septa, seperti septa menghibur saya dengan keceriaan tulisan2 tentang senyum…

    boleh kah , sahabat?

    hehehe hati disini maksudnya belahan hati sob, ngerti maksudku kan?..
    jadi bukan aku yg bersedih 🙂

  15. fotonya keren …

    puisinya juga bagus…

    ah indahnya………….

    thanks, salam kenal yah..😛

  16. waduk siman terletak di daerah mana yah ?

  17. Hmm.. lembahnya bisa dipindahin nggak ya… kebelakang rumah saya gitu…

    Enak kayaknya dipake mandi🙂

    bisa aja sih tinggal lembahnya di photo trus dikirim hehehe😛

  18. Permisi Mas Septa ikut senyum disini ya!

    silahkan mas Surya 😛

  19. Lho komentarku koq di moderasi? waduh coba lagi ach biar banyak!

    lah itu ngetik urlnya salah gitu..

  20. Sangat indah..
    Tapi saat ini aku nggak bisa tersenyaum😦

    Ata semangat ya!

  21. whuuuiii…picnya keren…rangkaian katanya juga indah🙂
    keep smile😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: