SENYUM ILAHI

pantaskah selaku hamba yang banyak menumpuk noda dan dosa
hanya mengucap dan menilai firman-firman ALLAH ?

jatuh bangun ku berlatih berjalan
senyum bahagia ILAHI penuh perhatian
tidaklah layak diri minta penghargaan
bila ketaatan selalu tampil jadi ingkaran

jatuh bangun diri menempuh proses kesucian
[jatuh bangun mulu kayak lagunya kristina]
senyum bahagia ILAHI menyambut kedatangan
kacang di jemur enak dimakan, eh.. salah
kacang di jemur mudah kulit dilepaskan
terpisah kulit dan isi tak lagi bertautan
bagi nafsu kulit selalu menjadi pandangan

tertutup pandangan akibat hati di benamkan
padahal isi dan kulit adalah satu kesatuan
begitulah nafsu,ruh dan hati saling beriringan

wahai Allah wahai Rabbi hati menyeru
kebaikan demi kebaikan mengalir selalu
kasih dan sayang Engkau tampakkan syahdu

tapi kami tak pernah bisa membuka qalbu
kecuali pandangan nafsu selalu kami tuju
diri merugi kami tak pernah mau tahu

[wejangan ki munadi]

jawaban:
selama firman Allah tidak disikapi dalam kehidupan
sehari-hari sama saja seperti buih yang di hempaskan
ombak di pantai

Iklan
Categories: iNspirAsi | 14 Komentar

Navigasi pos

14 thoughts on “SENYUM ILAHI

  1. gw cuma komen….
    kuntul tengah sawah…
    jawaban ente betul tidak salah… :mrgreen:

  2. namada

    diresapi dulu yach..

    iyach…

  3. jd intine ini kan :
    “selama firman Allah tidak disikapi dalam kehidupan
    sehari-hari sama saja seperti buih yang di hempaskan
    ombak di pantai”
    hmm..itulah gunanya membaca terjemahan alquran kali ya?? 🙂

    benul eh betul 100 buat denok

  4. waduwh… saya butuh 3 kali baca baru bisa paham apa makna sebenarnya…

    Ternyata isinya mengagungkan Tuhan…

    Saya pikir ini ttg Kristina, kacang, ato ttg kulit… (*maaf…*)

    Yah.. saya juga hamba yang penuh dosa, yang terlalu sering berbuat tidak seperti yang di perintahkanNya, tapi saya selalu berusaha untuk tetap di jalannya..

    Baru2 ini saya lagi menanamkan pemahaman saya ttg Nafkah, yang terdapat Di QS: Albaqoroh, saya lupa ayat berapa, kira2 intinya begini: “nafkahkan harta kita kepada kedua orang tua, kaum kerabat, anak2 yatim, orang2 miskin, orang dlm perjalanan..”

    apakah saya sudah seperti itu? rasanya masih jauh…

    kita semua sedang berproses,
    terus tumbuh dan ber-akar.
    evolusi tiada akhir.
    -septa-

  5. hehe… tertawa geli baca komen pertama… bener juga tuh…

    ikut ketawa bentar..
    tapi ini bukan postingan lucu-lucuan loh.

  6. didik 19

    puisi ini amat indah. siapa yang menulis kalo aku boleh tahu. setelah aku fahami tampaknya maknanya amat dalam. tapi mirip tulisan mendiang guruku. namanya Ki Munadi Musthofa Saifulloh Alm.pendiri yayasan Badiyo di malang. thanks

  7. aris yp

    hey bro, puisi diatas dapat dari mana ya? mirip dengan Ki Munadi di malang, pernah kesana ya…..
    dulu aku ikut disana meski ga rutin

  8. aris yp

    hey bro pernah ke Ki Munadi ya….dulu aku sering kesana meski ga rutin….

  9. aku juga pernah ke p munadi, skarng gimana kbar yayasan badiyo

    maaf mas saya juga udah enggak pernah ke sana 😦

  10. M. Tibyan

    mas… Pak Munadi sudah wafat pada: selasa pahing, 12 safar 1429 H / 19 Februari 2008 G, di makamkan di Yogyakarta.

  11. di-bow

    saya sungguh kaget waktu membaca beliau (Ki Munadi) sudah meninggal,
    Kira 2 ada yang bisa memberikan informasi yang lebih jelas tidak yah mengenai kematian beliau..? dan apakah mas-mas Ada yg punya kumpulan2 wejangan ki munadi …? kalo punya mohon di share mas….

  12. luggieto

    inalillah,,mas saya dulu juga sering kesana,sktr thn 1997 an,trus yayasan badiyo skr gmn+dmn yah terakhir saya lewat kok sepi2 aja, trus utk tanya2 juz kemana skr ya

  13. jus 13

    sekarang keliatan sepi mamring , tapi buku-buku badiyo mshih ada gqk ya?

  14. momong

    msh d teruskan oleh istrinya,…..d tmpt yg sama katax,..gitu infox

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: